Cerpen : My Fake Friends
Namaku nasya aku memiliki seorang teman yang bernama rasti, kami selalu bersama-sama sejak smp hingga sekarang kami duduk di bangku sma. Saat pertama kali masuk ke sma, mulanya aku selalu bersama dia, tapi aku juga gak mau jadi orang yang bodoh dalam bergaul, sehingga aku mencoba untuk bergaul dengan yang lainnya, namun tidak juga meninggalkan rasti. Tapi, teman-temanku di kelas bergaul dengan cara berkelompok. Hingga suatu saat, aku berteman dengan salah satu kelompok itu, salah satu diantaranya bernama sandra. Sandra orang yang baik, ia selalu mengajakku jika ingin pergi ke kantin atau jika sedang pergi bermain. Aku cukup senang berteman dengannya.
***
" hai nas, mau pulang bareng?" Tanya rio, teman yang akhir-akhir ini cukup akrab denganku. Rio orang yang sangat baik, dan yah, lumayannlah, haha. Aku cukup nyaman jika pulang bersamanya. Dan aku cukup senang karena akhir-akhir ini banyak orang baik didekatku, tentunya aku sangat nyaman berteman dengan mereka. " Ya, boleh deh,io ”
Sandra pov
Baru-baru ini nasya mulai bergabung dengan kelompok bermainku, aku sengaja mendekatinya karena ia dekat dengan rio, cowo yang aku sukai sekarang. Sebenarnya, aku tidak begitu suka dengan nasya, dia sangat kaku dan selalu mementingkan urusan sekolah, jika diajak untuk bermain, kami harus lama untuk membujuknya dahulu. Tapi, yah enggak apa lah, asal aku bisa dekat juga dengan rio.
" Loh, itu bukannya nasya yah? Dia pulang bareng sama rio?" Tanyaku kepada tanti temanku.
" Loh, bukannya mereka emang sering pulang bareng?" Tanti malah balik bertanya kepadaku.
" Oh, iya ya? Iya deng. Menurut lo mereka itu apa?"
" Mereka? Emangnya mereka itu apa? Ya mereka manusialahh, emangnya apa lagi?tanya tanti asal
" ishh maksud gue tuh, bukan spesies mereka itu apaa, tapi hubungan mereka itu apa" jawabku kesal
" Oooh, menurut gue mereka itu cuma temen, makanya lu jangan sampe kedauluan nasyalahh" jawab tanti.
" Yeah!! Gue bakal berusaha lebih lagi, haha"
" Iihh, serem banget luu!"
" Hahahah, sorryy" gue akan berusaha agar rio suka sama gue.
Rio pov
Hari ini aku pulang bersama dengan nasya lagi. Aku memang suka sama dia. Dia gadis yang baik dan seru. Sepanjang perjalanan pulang kami selalu ketawa dan bercerita bersama. Tapi yang aku ketahui, sekarang nasya berteman dekat dengan sandra. Bukannya tidak suka, namun yang kuketahui, sandra suka denganku, dan aku tidak tau apa yang akan terjadi di depan, tapi aku pasti akan menjadikan nasya sebagai pacarku.
Author pov
Sore ini nasya diajak bermain bersama sandra dan temannya. Mereka pergi ke mall bersama, suasana akrab terlihat di antara mereka. Mereka tertawa, bermain, berfoto bersama.
" Nas, lu masuk kelompok kita aja, lu kan udah lama tuh jalan bareng sama kita" seru sandra yang mengajak nasya untuk menjadi anggota kelompok mereka.
" Emangnya boleh?" Tanya nasya tidak percaya
" Bolehlahh, lu juga kan udah lama jalan bareng kita"
" Oh gituu, okedehh, makasih yaa"
Akhirnya nasya resmi masuk ke dalam kelompok bermainnya sandra.
***
Namun, saat anjas sudah bergabung dengan mereka, tiba-tiba saja sandra dan yang lainnya, malah memusuhinya. Sekarang mereka jarang mengajak nasya bermain, ngobrol, atau yang lainnya. Dan saat nasya menyakannya, sandra tidak berbicara seperti yang diharapkan nasya. Saat sedang memikirkannya, tiba-tiba tanti datang dan menayakan hal yang tidak di mengerti oleh nasya.
Nasya pov
Tiba-tiba tanti datang menghampiriku. Aku cukup senang, karena ia masih menyapaku, sebenarnya, aku biasa saja saat sandra mengabaikanku. Aku masih memiliki rasti teman dekatku, namun aku merasa seperti ada yang salah saat sandra mengabaikanku, dan aku merasa harus mencari tahunya. " Nas, lagi ngapain? Sendirian aja" sapa tanti. " Lagi gak ngapa-ngapain, cuma lagi bengong"
" Eh, nas, gue pengen nanya deh, kalo menurut lo misalnya orang berteman, dan dua-duanya itu menyukai orang yang sama, menurut lo kayak gimana?" Tanya tanti
" Hah? Menurut gue? Kalo gue sih ya, gue lebih milih pertemanan ketimbang cowo atau percintaan, jadi yah, kalo gue sama temen gue menyukai cowo yang sama, gue gak bakal milih cowo itu, gue bakal milih teman. Gue gak akan mau merusak pertemanan gue hanya karena cowo, apalagi gue masih anak-anak. Emangnya kenapa tan?"
" Enggak apa-apa, cuma pengen nanya aja, soalnya temen gue ada yang mengalami hal kayak gituu"
" Ohh"
" Eh, nas, gue ke toilet dulu yaa"
" oke deh..."
aku juga tidak mengerti kenapa tanti bertanya hal itu kepadaku. Tapi aku yakin pasti ini salah satu alasan kenapa sandra mengabaikanku. Tunggu. Cowo? Astaga, jangan bilang kalo sandra marah terhadapku karena rio. Memang, sandra sering bertanya kepadaku mengenai rio, tapi aku tidak pernah menyangka jika sandra menyukai rio. Tapi apa iya, sandra suka sama rio. Aku harus nanya langsung sama sandra.
Tantri pov
Aku disuruh sandra untuk menanyakan pendapat nasya tentang masalah yang sedang mereka hadapi. Dan setelah mendengar jawaban nasya,aku merasa sebenarnya nasya adalah orang yang baik, dibalik sikapnya kaku pastinya. Aku menceritakan secara detail apa yang tadi dikatakan oleh nasya. Namun, aku tau sandra adalah pribadi yang keras kepala, walaupun aku sudah berkata untuk memaafkan nasya, namun tetap saja sandra menolaknya, hanya karena rio.
Sandra pov
Aku tidak perduli dengan apa yang dikatakan nasya, karena toh, sekarang dia malah jadian sama rio. Yah, walaupun dia tidak tau kalau aku menyukai rio. Tapi tetap aja, dia sudah berpacaran, sedangkan dia pernah berkata dia tidak akan berpacaran terlebih dahulu. Tiba-tiba saja pintu terbuka dan nasya datang menghampiriku. Ia dengan tegas menanyakan kembali apa yang menjadi masalah kami. " Lu jawab jujur yah san, kenapa lu menjauhi gue?" Tanya nasya persis seperti yang kuduga. Namun, aku belum ingin dia tau yang sebenernya.
" Apa sih, nas ngga kok, perasaan lo aja kali" jawabku malas.
" Oke, kalo itu cuma perasaan gue aja, tapi kalo itu adalah masalah rio. Gue bilang sama lu, gue suka sama rio, makanya gue mau pacaran dengan dia, tapi gue lebih milih pertemanan, kalo lu suka sama dia, dan dari awal lu ngomong ama gue, gue juga gak akan mau nerima rio. Tapi sorry san, sekarang udah telat, gue udah suka sama rio, dan gue belum mau berpisah sama dia. Permisi." Dia udah tau aku suka dengan rio, tapi kenapa dia telat nyadarnya? Kenapa dia gak peka banget sih
" Dari awal gue juga udah menunjukkan kalo gue suka sama rio. Dengan, nanya-nanya tentang rio ke elu nas, emangnya lu gak nyadar apa? Dari awal gue temanan sama lu juga cuma pengen tau mengenai rio dan lebih dekat dengannya. Tapi sekarang, itu semua udah gak perlu. Gue sama lu itu berbeda nas, lu itu kaku, yang lu omongin cuma masalah sekolah dan pelajarann aja, bahkan saat masih di mall aja, lu masih ngomongin tentang pelajaran."Akhirnya aku mengatakan semua yang aku rasakan saat berteman dengannya, jujur aja aku tidak terlalu nyaman berteman dengan orang sekaku nasya. Aku melihat wajah nasya yang shock dan terlihat kaget. Aku tak perduli, biarlah dia tahu semuanya.
" Aku gak percaya kalo kamu kayak gitu, dari awal kamu cuma manfaat-in gue aja. Oklah, gak pa-pa, gue bakal nganggep gak pernah bergabung dengan kalian sebelumnya. Permisi." Nasya keluar dengan wajah santainya, tapi aku tau dengan pasti masih ada rasa shock disana. Aku tak perduli.
Nasya pov
Aku keluar dari ruangan tersebut, aku benar-benar kaget dengan apa yang dikatakan oleh sandra, ia munafik, selama ini ia dekat denganku hanya karena ia menyukai rio, dan rio dekat denganku. Aku memang tidak menyadari jika selama ini sandra bertanya kepadaku mengenai rio karena ia meyukainya. Karena selama ini sudah cukup banyak orang yang bertanya tentang rio kepadaku. saat aku berkata akan mengganggap tidak pernah mengenalnya, itu benar, tapi tidak berarti juga aku akan memusuhinya selamanya. Aku rasa aku cukup dewasa untuk tidak melakukan hal kekananakan seperti itu.
Author pov
Nasya dan sandra akhirnya tidak terlalu dekat lagi, bahkan mereka belum bertegur sapa sejauh ini. Nasya berteman dekat lagi dengan rasti. Dan ia tetap menjalin hubungan dengan rio. Dan sandra sendiri, sepertinya telah menemukan seseorang yang lain. Sekarang tinggal menunggu kapan sandra dan nasya akan berteman lagi seperti dulu.

Komentar
Posting Komentar